JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Pemerintah masih fokus membangun infrastruktur jalan tol.
Target 2021 ini ada 17 ruas jalan tol atau sepanjang 401 kilometer yang ditargetkan selesai konstruksinya dan siap beroperasi yang diungkapkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Terbagi atas Jalan tol non trans 115,8 kilometer, jalan tol Jabodetabek 101,6 kilometer, dan jalan tol Trans Sumatera 192,4 kilometer.
Terbaru jalan tol yang beroperasi di Jalan tol Ujung Pandang - Seksi 3. Jalan tol ini biasa dikenal dengan jalan tol layang Andi Pangeran (AP) Pettarani Kota Makasar, Sulawesi Selatan.
Diungkapkan oleh Kepala BPJT Danang Parikesit, jalan tol ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat di Kota Makasar.
"Tol layang AP Pettarani belum bertarif beberapa waktu ke depan," tulis keterangan resmi BPJT, Jumat (19/3/2021).
Begitu juga dengan ruas Medan - Binjai Seksi 1 Segmen Junction Tanjung Mulia, dan Jalan Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 3 Ruas Jantho, yang resmi beroperasi bulan ini tapi belum bertarif.
Berikut adalah jalan tol yang ditargetkan selesai dan beroperasi pada tahun ini oleh Pemerintah.
Jalan Tol Jabodetabek Sepanjang 101,6 Kilometer
1. Cibitung - Cilincing, Seksi 1 (Cibitung - Telaga Asih 2,6 kilometer) dan Seksi 2 (Telaga Asih - Cilincing 32,1 kilometer)
2. Cimanggus - Cibitung, Seksi 2 (Jatikarya - Cibitung 23 kilometer).
3. Serpong - Cinere, Seksi 1 (Serpong IC - Pamulang IC).
4. Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran (JORR II) 6,5 kilometer.
5. Bekasi - Cawang - Kp. Melayu, Seksi 1 (Koneksi Toll to Toll Wiyoto Wiyono 3,5 kilometer).
6. 6 Ruas Tol DKI, Seksi A (Kelapa Gading - Pulo Gebang 9,3 kilometer).
7. Serpong - Balaraja, Seksi 1 A (Bagian dari Seksi 1 BSD - Legok 5,5 kilometer).
Jalan Tol Non Trans Sepanjang 115,8 kilometer
1. Cileunyi - Sumedang - Dawuan Seksi 1 (Cileunyi - Ranca Kalong 10,6 kilometer), Seksi 2 (Rancakalong - Ciherang 17,1 kilometer) dan Seksi 3 (Sumedang - Cimalaka 4,1 kilometer).
2. Ciawi - Sukabumi, Seksi 2 (Cigombong - Cibadak 38 kilometer)
3. Serang - Panimbang, Seksi 1 (Serang - Rangkas Bitung 26,5 kilometer).
4. Balikpapan - Samarinda, Seksi 1 (KM 13 - Samboja 22 kilometer), Seksi 5 ( KM13 - Sepinggan 11,1 kilometer).
5. Manado - Bitung, Seksi 2 B (Danowudu - Bitung 12,7 kilometer).
Jalan tol Trans Sumatera 192,4 kilometer
1. Sigli - Banda Aceh, Seksi 2 (Seulimeum - Jantho 6,3 kilometer, Seksi 3 (Jantho - Indrapuri 16 kilometer), Seksi 5 - 6 (Blang Bintang - Baitussalam 12,5 kilometer).
2. Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat (Kuala Tanjung - Pematang Siantar 96,5 kilometer)
3. Padang - Pekan Baru (Pekan Baru - Bangkinang 40 kilometer).
4. Medan - Binjai,( Seksi 1A Jl Veteran - Tanjung Mulia 3,5 kilometer)
5. Lubuk Lingau - Curup - Bengkulu (Bengkulu - Taba Penanjung 17,6 kilometer).
Tol Sumbar-Riau 254 Kilometer
Sedianya, ruas tol Padang-Sicincin di wilayah Sumbar juga bisa diresmikan pada tahun ini.
Hanya saja, proses pembebasan lahan menyebabkan pembangunan ruas tol yang akan menghubungkan Riau-Sumbar itu masih terkendala proses pembebasan lahan.
Belakangan sempat beredar kabar pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Tol Padang-Sicincin terhenti.
PT Hutama Karya (Persero) atau HK selaku pengembang proyek tol tersebut langsung membantah kabar itu.
HK memastikan pengerjaan ruas tol tersebut masih terus berjalan hingga saat ini.
"Perusahaan tidak pernah mengeluarkan pernyataan/statement di luar siaran pers/klarifikasi resmi yang didistribusikan oleh Komunikasi Korporat Hutama Karya. Sehingga, jika terdapat informasi simpang siur yang beredar, perusahaan tidak bertanggung jawab atas hal tersebut," ujar Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/3/2021) lalu.
Koentjoro mengakui dalam membangun proyek Tol Padang-Sicincin tersebut, perusahaan kerapkali dihadapkan oleh kendala di lapangan.
"Pembebasan lahan di wilayah Sumatra Barat memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan hingga saat ini. Meski demikian, progress yang tidak begitu signifikan di ruas tol ini bukan karena pembangunannya yang lamban, namun perusahaan hanya dapat mengerjakan konstruksi tol sesuai dengan lahan yang telah dibebaskan. Jika tersedia kelebihan sumber daya, maka akan kami lakukan refocusing ke ruas proyek tol lain yang lebih siap lahannya," tuturnya.
Untuk mempercepat pembangunan Tol Padang - Sicincin, berbagai skema alternatif telah dilakukan oleh Hutama Karya selaku owner agar proyek dapat terus berjalan.
Ia pun memastikan pihaknya selalu mengikuti sepenuhnya arahan dan kebijakan yang diberikan oleh regulator yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pengerjaan tol tersebut.
"Berbagai skema alternatif tersebut mulai dari pengajuan penetapan lokasi (penlok) baru, relokasi trase, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan ini. Hal ini kami lakukan untuk mempertimbangkan masyarakat setempat yang menyatakan bahwa tanah di sekitar pembangunan merupakan tanah pusaka dan produktif. Namun dalam pelaksanaannya, kami mengikuti sepenuhnya keputusan yang telah ditetapkan oleh regulator," tegasnya.
Tol Padang-Sicincin sepanjang 36 Km itu merupakan bagian dari koridor pendukung (feeder) yang berada di koridor Pekanbaru hingga Padang sepanjang 254 Km.(R04)
Sumber Berita: cnbcindonesia.com/detik.com